oleh

MUI Minta Airin Tindak Tegas Prostitusi Berkedok Panti Pijat

Print This News Print This News

Detiknews.id,Tangesl  – Adanya dugaan prostitusi berkedok panti pijat di Kota Tangerang selatan (Tangsel) menuai tanggapan Majlis Ulama Indonesia (MUI) Tangsel, yang meminta Kepada Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany dan Aparat Penegak Hukum (APH) untuk bertindak tegas prostitusi di Panti Pijat.

info DetikNews.ID

lanjut baca berita

Menurut Sekretaris Umum (Sekum) MUI Tangsel Abdul rojak ahmad sastra, mengatakan, dengan adanya informasi adanya dugaan prostitusi berkedok panti pijat, MUI meminta kepada Pemerintah Tangsel untuk bertindak tegas  kepada tampat hiburan dan panti pijat yang menyalah gunakan ijin.

“Penyalah gunaan ijin jangan ada kompromi, dan seharusnya selaku Walikota Tangsel agar bertindak tegas pada pengelola tempat hiburan dan Panti pijat yang menyalah gunakan ijin, dengan mencabut ijinnya jika terbukti,” tegasnya, saat di hubungi via telepon, Jumat (4/9/2020).

Abdul Rojak juga meminta, kepada dinas terkait, untuk mengevaluasi dan bertindak tegas dengan mencabut ijinnya bagi pengelola tempat hiburan dan panti pijat yang terbukti menyalah gunakan ijin.

“Ya…, kami juga meminta kepada satpol PP dan Dinas pariwisata untuk betul-betul mengevaluasi panti pijat dan tempat hiburan yang menyalah gunakan ijin, mencabut ijinnya bila terbukti, mohon ini di tanggapi secara serius karena ini sangat mencedrai moto Tangsel yang religius,” harap Sekum MUI.

Dalam setiap kesempatan pertemuan denga SKPD, Polres dan Dandim. MUI mengklaim, selalu menyampaikan tentang himbawan agar bertindak tegas pada tempat hiburan dan panti pijat yang menyalahgunakan ijin.

Dugaan adanya Tindak Pidan Perdagangan Orang (TPPO) dalam prostitusi tersebut, MUI juga meminta kepada Polres Tangsel untuk menyelidiki dan bertindak tegas.

“Jika itu ukurannya polres ,kita harap polres juga untuk bertindak tegas,” tandasnya.

Sebelumnya, dugaan salah satu tempat prostitusi berkedok panti pijat di Kawasan Alam Sutra, yang masih beroprasi di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), dan belum ada tindakan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangsel.(nur/yu)

DIRGAHAYU TNI 75
Header

Komentar

Berita Terkait