oleh

Muhammad Noor Masese Angkat Bicara terkait Sisa Dana Sumbangan Banjir 2017

Beltim — Menyikapi Persoalan masih tersisanya dana sumbangan dari masyarakat terkait Banjir di tahun 2017, Muhammad Noor Masese angkat bicara.

“Jika dari sudut pandang saya itu adalah hal yang gak perlu di hebohkan ataupun di politisasi, sumbangan itu kan sifatnya gak sekaligus dan itupun kemungkinannya dihimpun dari masyarkat gak satu hari kan, misalnya pada saat banjir itu banyak yang nyumbang dan berapapun yang terkumpul terus di salurkan, kemudian banjir selesai, sedangkan masih banyak masyarkat yang menyalurkan bantuannya, nah ini kan bisa digunankan kalau kalau terjadi lagi bencana di kemudian hari atau bisa saja buat menolong masyarakat Beltim yang terkena bencana,”ujar Muhammad Noor Masese yang akrab dipanggil M.Nur kepada Detiknews.id. Jum’at (22/05/2020).

Kemudian lanjut M.Nur, terkait Ada beberpa dana yang di sumbangkan ke Donggala itu juga bukan hal yang luar biasa dan apa lagi mekanisme juga jelas.

“Kepedulian terhadap sesama tolong menolong patut kita apresiasi dan itupun gak di habiskan dananya kan, jika ada pejabat yang menyatakan dananya sudah habis saya kira mereka itu kurang komunikasi saja atau kemungkinan kurang tidur, dana tersebut tidak di pergunakan untuk kepentingan pribadi itu sudah benar, jika ada yg mengatakan dana itu di salahgunakan buktikan, kalau tidak bisa membuktikan kan akan menjadi fitnah dan ini bisa mencermarkan nama baik orang lain,” katanya

Muhammad Noor Masese yang juga sebagai Ketua DKW Komnaspan Babel juga mengatakan terkait pemberitaan yang pernah ditayangkan oleh media juga tidak ada bahasa menyudutkan, hanya menerangkan dan juga persoalan rekaman baru indikasi.

“Terkait pemberitaan itu juga hal yang biasa dan tidak ada bahasa yang menyudutkan hanya menerangkan saja, dan itulah salah satu tugas wartawan memberikan informasi kepada masyarakat dalam media berita dan gak perlu terlalu diartikan negatif, begitu juga kehebohan terkait rekaman, itupun gak jelas dan itu baru indikasi itupun harus dibuktikan kebenarnya dan motivasinya, janganlah sepotong sepotong dalam menilai sebuah persoalan apalagi belum terjadi ini juga bisa menimbulkan fitnah jika tidak bisa di buktikan, dan ingat semua itu harus di buktikan dengan minimal 2 alat bukti janganlah kita asal cuap cuap bikin gaduh sebelum menelusuri kebenarannya,”tandasnya

Akibat dari kehebohan ini menurutnya, bisa saja membuat orang yang di sangkakan tertekan bathin dan psikisnya begitu juga keluarga dan anak anak mereka,

“lantas jika terjadi begini siapa yg bertanggung jawab, kalau mau nih yang harus kita perjuangkan adalah sitmulus ekonomi untuk masyarakat Beltim termasuk UMKM akibat dampak pademi Covid 19,”tambahnya

Muhammad Noor Masese meminta cukuplah jangan dibesar besarkan lagi, karena dananya itu masih ada.

“Sekali lagi saya kira cukuplah, sampe disini apalagi dana itu masih ada, dan tidak dipergunakan untuk kepentingan pribadi itu sudah benar dan pengunaanya pun bukan berdasarkan keinginan pribadi tapi sebuah proses telah di lalui, lantas dimana unsur pidananya.? justru kita bersyukur ada dana yang bisa di pergunakan jika sewaktu waktu terjadi bencana,” katanya. (Salis)

Komentar

Berita Terkait