- Advertisement -

Motivasi Kapolrestabes Surabaya Kepada Ipda Akhmad Nurhadi Korban Bom

0 1.273

Detiknews.id Surabaya – Ipda Akhmad Nurhadi, Polisi yang menjadi korban bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela setahun silam. Terkait ini, Kapolrestabes Surabaya yang baru, Kombespol Sandi Nugroho mengunjungi korban.

Hadir pula dalam kunjungan Ketua Bhayangkari Eka Sandi Nugroho, pejabat utama (PJU) Polrestabes Surabaya dan Polsek Jajaran. Rombongan tiba di rumah Nurhadi pukul 13.30, dan di sambut istri korban Nunung Ivana Akhmad dengan senang hati.

Kapolrestabes Surabaya Kombespol Sandi Nugroho mengatakan kunjungan tersebut sebagai wujud kepedulian kepada sesama anggota Polri. Khususnya, yang mengalami musibah selama mengemban tugas.

DPD FERARI Jatim

” Nurhadi masih berstatus anggota aktif. Namun, yang bersangkutan memang belum memungkinkan untuk bertugas. Dokter sudah menyatakan bahwa kondisi matanya mengalami buta permanen. Jadi, kita hanya bisa mendoakan agar beliau segera diberi kesembuhan,” tuturnya. Rabu (15/05/2019)

Masih dengan Sandi, dukungan dari rekan sejawat perlu diberikan untuk memberikan motiviasi. Hal itu bisa membantu pemulihan kondisi korban. Khususnya, untuk memulihkan kondisi psikologis korban yang masih trauma.

” Terkait pengamanan wilayah, kami memastikan bahwa antisipasi adanya pergerakan teroris sudah dilakukan. Tidak hanya dari internal kepolisian. Seluruh masyarakat diminta agar ikut waspada,” ungkapnya.

Istri korban Nunung mengatakan, suaminya masih belum bisa berdinas sejak insiden bom yang menewaskan puluhan orang itu terjadi. Nurhadi mengalami trauma fisik yang cukup berat. Matanya harus mengalami buta permanen. Selain itu, tulang kaki kirinya hancur.

” Hingga saat ini, dia masih menjalani perawatn rutin di RS Bhayangkara Polda Jatim. Nurhadi harus menjalani fisioterapi satu Minggu sekali untuk melatih kaki kirinya. Kaki kirinya sudah dicangkok sedalam 12 centimeter,” jelasnya sambil membelai bangga dengan suaminya. Meski harus menanggung cacat seumur hidup.

Beberapa Kapolsek jajaran ikut dalam kunjungan tersebut. Sebab, saat ini sedang ada pergerakan terduga teroris di beberapa wilayah. Mulai Jawa Tengah hingga Jawa Timur. Patroli terus digelar rutin untuk menjaga wilayah Surabaya tetap aman. Patroli terbuka dan tertutup sudah dilakukan. Untuk patroli terbuka, anggota Sat Sabhara, Satreskrim dan Polsek jajaran sudah diperintahkan untuk menggelar operasi rutin. Baik skala kecil maupun skala besar.

Terkait patroli tertutup, Kapolrestabes memastikan bahwa Satuan Inteligen dan Keamanan (Sat Intelkam) sudah melakukan koordinasi secara intens dengan Polres jajaran lain. Yang menjadi perhatian  khusus adalah wilayah perbatasan Surabaya. Di harapkan, TNI dan masyarakat bisa bersinergi menjaga kondusifitas Jogo Suroboyo. (M9)

- Advertisement -

Comments
Loading...