oleh

Menepis Isu Premanisme,Masyarakat Tanah Abang Angkat Bicara

Detiknews.id,Jakarta – Menepis isu beberapa waktu lalu yang mengatakan bahwa adanya premanisme yang ada di wilayah Tanah Abang, beberapa anak wilayah atau masyarakat wilayah Tanah Abang angkat bicara untuk mengklarifikasi dan meluruskan masalah isu tersebut melalui media pada Jumat kemarin (24/07/2020).


Adapun isu tersebut mencuat karena adanya masalah lahan yang berada di wilayah Kebon Kacang Tanah Abang tepatnya di Pasar Senin Kamis Jembatan Tinggi, Tanah atau lahan tersebut di klaim kepemilikannya oleh beberapa orang yang mempunyai kepentingan.

Simpang siurnya masalah kepemilikan tanah atau lahan tersebut, awak media mencoba konfirmasi dengan beberapa masyarakat atau anak wilayah dan juga beberapa tokoh masyarakat dan Tokoh Pemuda Tanah Abang.

Dilain tempat salah satu anak wilayah pun ikut menyampaikan bahwa memang benar tanah atau lahan tersebut ada milik PT KAI tapi cuma 8 meter dari rel kereta api, dan PT KAI pun sudah duduk bareng dengan kita sebagai perwakilan anak wilayah, dan dari pihak PT KAI sudah mengakui bahwa tanah miliknya itu cuma 8 meter, satu hal lagi bahwa bahwa tanah ini bukan tanah plat merah tapi tanah plat hitam, bukan tanah negara ataupun BUMN, ini tanah asli milik pribumi keturunan asli Tanah Abang.

info DetikNews.ID

lanjut baca berita

Tanah yang dipermasalahkan kemarin oleh sekelompok orang tertentu tersebut yang mengklaim tanah yang sekarang sedang di garap menjadi pasar Senin Kamis itu milik PT KAI, padahal tanah yang sekarang ini yang sedang proses menjadi pasar Tasik atau pasar Senin Kamis tersebut adalah milik H Sulaiman dan beberapa ahli waris lainnya,”jelasnya.

Salah satu Anak wilayah bang Adi uga menjelaskan dan meluruskan bahwa kedatangan Hercules saat itu bukan untuk aksi premanisme seperti yang dilansir di media online dan media sosial, disini saya klarifikasi bahwa kedatangan beliau adalah sebagai Legal hukum yang diberi kuasa oleh pemilik tanah untuk menyampaikan dokumen ataupun surat kuasa untuk pengelolaan atas tanah tersebut kepada anak wilayah Tanah Abang, disini harus digaris bawahi bahwa tidak ada nya premanisme.

Lanjut Adi, dan untuk isu adanya tanah tersebut di duduki oleh aparat, bahwa itu tidak benar, aparat yang dimaksud adalah hadirnya aparat bukan untuk membekingi tapi untuk menjaga supaya tidak ada keributan ataupun keos ditempat tersebut karena memang sempat terjadi keributan ,”ujarnya.(nur/red)

Komentar

Berita Terkait