oleh

Lanud Supadio Gelar Latihan Search and Rescue

Kubu Raya,detikNews.id-Pangkalan TNI AU (Lanud) Supadio yang dipimpin Marsekal Pertama (Marsma) TNI Palito Sitorus, S.I.P., M.M menggelar Latihan Search and Rescue (SAR) di Apron Lanud Supadio, Rabu (22/07/2020).

Latihan SAR ini melibatkan 39 orang personel gabungan meliputi unsur Kolat, unsur Pendukung, unsur Wasdal dan Penilai, unsur Pelaku dari crew Helikopter, personel Batalyon Komando 465 Paskhas serta didukung satu Helikopter SA-330/HT 3310.

Danlanud Supadio Marsma TNI Palito Sitorus, S.I.P., M.M mengatakan bahwa latihan Search and Rescue yang dilaksanakan ini merupakan latihan yang telah terprogram dan rutin dilaksanakan secara berkala.

Hal ini berguna untuk meningkatkan kemampuan, profesionalisme dan kesiapsiagaan operasional SAR Lanud Supadio dalam mendukung tugas yang sewaktu-waktu dapat dimobilisasi apabila dibutuhkan.

“Lanud Supadio merupakan Pangkalan Udara tipe A yang mempunyai dua Skadron Udara yaitu Skadron Udara 1 dan Skadron Udara 51.

info DetikNews.ID

lanjut baca berita

Untuk mendukung operasional skadron udara tersebut khususnya skadron udara 1 tentunya kita selalu menyiapkan personel yang handal dalam melaksanakan kegiatan SAR,” kata Marsma TNI Palito Sitorus, S.I.P., M.M.

Sementara itu, Kepala Dinas Operasi (Kadisops) Lanud Supadio Letkol Pnb Agung Indrajaya menjelaskan dalam latihan SAR ini diskenariokan satu pesawat mengalami emergency total Hydraulic saat melaksanakan latihan penerbangan rutin sehingga penerbang melaksanakan eject dan mendarat di hutan.

“Lanud Supadio mengerahkan Helikopter dan tim SAR menuju koordinat penerbang tersebut. Dengan alat komunikasi Personal Locater Beacon (PLB) penerbang dapat berkomunikasi dengan Helikopter SAR dan tim SAR melaksanakan teknik pencarian lokasi korban. Tidak berapa lama tim SAR dapat mengevakuasi dan menyelamatkan penerbang tersebut,” kata Letkol Pnb Agung Indrajaya.

Sedangkan Kasiopslat Mayor Pnb D.L. Dumatubun menambahkan tim SAR dari personel Batalyon Komando 465 Paskhas melaksanakan teknik Rappelling dan Hoist untuk mengevakuasi dan menyelamatkan penerbang yang eject dan mendarat di hutan tersebut dan selanjutnya korban dibawa ke RSAU dr. Mohammad Sutomo Lanud Supadio (*)

Komentar

Berita Terkait