Detiknews.id, Nganjuk – Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan, S.H., S.I.K., M.I.K., menghadiri kegiatan penyerahan bantuan 220 unit becak listrik dari Presiden Republik Indonesia kepada masyarakat penerima manfaat di Pendopo Kabupaten Nganjuk, Kamis (26/02).
Bantuan tersebut diberikan kepada para tukang becak lanjut usia sebagai bagian dari program peningkatan kesejahteraan dan modernisasi transportasi ramah lingkungan.
Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN) Mayjen TNI (Purn) Firman Dahlan, S.I.P., menjelaskan bahwa bantuan becak listrik ini merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat kecil, khususnya tukang becak lanjut usia.
“Alhamdulillah di bulan Ramadan ini Bapak Presiden memberikan bantuan berupa becak listrik. Bantuan ini diprioritaskan bagi tukang becak aktif berusia minimal 55 tahun, terutama yang selama ini masih menyewa becak. Dengan becak listrik, diharapkan dapat mengurangi beban fisik sekaligus meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan mereka,” ucap Firman Dahlan.
Ia menambahkan bahwa becak listrik dirancang dengan memperhatikan aspek keamanan dan efisiensi bagi penggunanya.
“Secara teknis becak listrik ini memiliki kecepatan maksimal 15 kilometer per jam demi keamanan, serta mampu menempuh jarak hingga 40 kilometer. Program ini juga menjadi bagian dari gerakan nasional untuk mendorong transportasi ramah lingkungan dan berkelanjutan,” ujarnya.

Kapolres Nganjuk bersama Forkopimda Zoom Peluncuran Gugus Tugas Polri Dukung Ketahanan Pangan
Sementara itu, Bupati Nganjuk Dr. Drs. H. Marhaen Djumadi, A.Md., S.E., S.H., M.M., M.B.A., menyampaikan apresiasi atas bantuan tersebut yang dinilai sangat membantu masyarakat.
“Alhamdulillah bantuan 220 becak listrik dari Bapak Presiden ini sangat membantu masyarakat kami, khususnya para tukang becak lanjut usia. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban kerja sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka,” tegas Bupati Marhaen.
Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan, S.H., S.I.K., M.I.K., yang ditemui seusai kegiatan menegaskan pentingnya keselamatan berlalu lintas, khususnya bagi para penerima bantuan becak listrik, terlebih pada bulan Ramadan saat aktivitas masyarakat meningkat.
“Kami mengingatkan kepada seluruh penerima bantuan agar tidak melakukan modifikasi pada becak listrik, terutama yang berkaitan dengan faktor keselamatan seperti lampu utama, lampu sein, dan perangkat pendukung keselamatan lainnya. Fasilitas tersebut sudah dirancang sesuai standar keamanan, sehingga harus dijaga dan digunakan sebagaimana mestinya,” kata AKBP Suria.
Ia juga menambahkan bahwa pada bulan Ramadan terjadi peningkatan aktivitas masyarakat di jalan, khususnya menjelang berbuka puasa dan setelah pelaksanaan ibadah tarawih.
“Pada jam-jam tertentu, arus lalu lintas meningkat signifikan. Oleh karena itu, kami mengimbau para pengemudi becak listrik untuk selalu tertib berlalu lintas, memperhatikan kondisi jalan, serta mengutamakan keselamatan diri dan pengguna jalan lainnya,” urainya.
Kegiatan diawali dengan konvoi becak listrik dari GOR Bung Karno menuju Pendopo Kabupaten Nganjuk, dilanjutkan dengan penyerahan simbolis bantuan, penandatanganan serah terima, serta bimbingan teknis penggunaan becak listrik kepada para penerima manfaat. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Dengan adanya bantuan ini, diharapkan para penerima manfaat dapat meningkatkan kesejahteraan sekaligus mendukung terciptanya transportasi yang aman, tertib, dan ramah lingkungan di Kabupaten Nganjuk, khususnya selama bulan Ramadan. (D1)




Komentar