Kadishub Kabupaten Karo Usulkan Truk Truk Lewat Rawasering Sebagai Rekayasa Lalin Mengurangi Kemacatan

0 26

Detiknews.id Karo – Kandasnya jalan tol Medan – Berastagi oleh kementerian terkait,sesuai pemberitaan yang bolak balik disiarkan melalui media cetak, media sosial, menyita waktu dari segala elemen masyarakat, publik, pemangku kepentingan lainnya, stakeholder, dan ASN khususnya Dinas Perhubungan kab. Karo terus berupaya mencari solusi dan celah, cara mengurai kemacatan yang berjam jam terjadi, yang menghambat jalur Medan berastagi sering macat total.

Menyikapi hal tersebut dinas Perhubungan Kabupaten Karo Gelora Fajar Purba SSTP angkat bicara ketika ditemui di Pendopo rumah Bupati Karo, Rabu (14/8) pukul 13.00 WIB disela-sela acara Pawai Anak dalam Rangka menyambut Hut RI ke 74.

Ia mengatakan sepekan  yang lalu, dirinya diundang oleh kementerian Perhubungan di Jakarta dalam rapat kordinasi terkait cara  mengatasi kemacatan jalan Medan berastagi, dalam hal ini dihadiri tingkat pusat, tingkat propinsi dan tingkat Kabupaten,”Katanya.

BUPATI KARO

Terungkap, kementerian Perhubungan meminta agar setiap teknis baik propinsi dan kabupaten segar membuat kajian penyebab  terjadinya kemacatan Medan – Tanah Karo sekaligus apa manfaat  Pergub sumut yang menegaskan  melarang truk roda delapan (dua Sumbu) beroperasi pada hari sabtu dan minggu yang melintasi jalan negara Medan – Tanah Karo, apakah ini sudah berfungsi,” Sebut Gelora saat itu dalam Rapat.

Adv PMS

Rencana kedepan kementerian Perhubungan akan meningkatkan status  kebijakan Pergub yang dikeluarkan oleh Gubernur masa Gatot Pujo Nugroho menjadi kemenhub,”Bebernya.

Dalam rapat, kita sudah usulkan apabila jalan tol Medan Berastagi tidak jadi dibangun oleh dinas terkait, maka alternatif kita sampaikan benahi jalan Rawasering (Tanjung Morawa, seribudolok dan Tongging), kemudian direkayasa jalan alternatif ini untuk kegiatan mobil truk truk bersumbu dua dan sebagainya diarahkan  melintas melalui jalan Rawaering, sehingga mengurangi kemacatan,”Ungkapnya.

Selebihnya, jika permenhub belum dljadi maka pergub harus diterapkan dengan dibantu pos terpadu yang dikordinir oleh kemenhub pusat, dimana larangan truk truk melintas Sumbu dua agar ditilang, apabila tidak mengindahkan pergub yang sudah tertuang bahwa kendaraan truk diatas Gross Vehicle Weight”(GVW), 7.500 kg, peti kemas, kereta gandengan dan tempelan dibatasi operasinonalnya mulai 06.00-20.00 wib hari sabtu, minggu dan hari besar keagamaan serta hari besar yang ditetapkan pemerintah,wajib kendaraan tersebut mentaati aturan pergub ini,”Tandas Gelora Purba.

ADV Korem 045 Garuda Jaya

Menindaklnjuti pos terpadu, kemenhub akan segera turun kelapangan melihat situasi dan kondisi lapangan dan selanjutnya mereka akan membentuk tim terpadu ini, dengan melibatkan semua kepentingan terkait baik dari BPPJN II Medan, dishub propinsi dan kabupaten, dibantu polisi dan TNI, akan disiagakan ditempat tempat rawan bencana dan rawan macat, tapi dengan inti truk harus mematuhi aturan main, jika tidak, disini peran aparat menindak langsung melakukan penilangan agar ada efek jera bagi lainnya,”Tegasnya.

Untuk alat alat berat juga sesuai hasil rapat di kemenhub, akan disiagakan oleh BBPJN II Medan dilokasi  yang rawan bencana longsor, begitu juga mobil derek akan distanby kan apabila ada kecelakaan, tim terpadu ini langsung  sigap menangani, ini  hasil rakor kami dikemenhub,” Urai Gelora fajar sekaligus Plt Asisten 2 ini.

Pembatasan truk truk  sesuai Pergub dikecualikan  bagi kendaraan pengangkut seperti sembako, gas, dan BBM (bahan bakar minyak),” katanya.

Terpisah Bupati karo Terkelin Brahmana, memberikan tanggapan terkait jalan Rawasering sebagai jalan rekayasa lain untuk alternatif bagi truk truk, Sumbu dua, kereta gandengan, tempelan dapat mengurangi kemacatan, secara teknis dishub Kabupaten. Propinsi dan pusat akan membuat kajian, perihal Rekayasa lalin pelintasan mobil truk, layak atau tidak. Mereka yang akan merumuskan,” Ujarnya.

Selanjutnya, kata Terkelin Brahmana terkait diberlakukan nya pembatasan truk truk melintas Medan berastagi pada hari sabtu dan minggu tidak dapat beroperasi mulai pukul 06.00 wib – 20.00 wib, menurutnya itu sudah jelas aturannya, tidak perlu kita persoalkan, kalau mekanismenya begitu ya, begitu, jalankan saja, itu sudah ada payung hukumnya, bagi melanggar tindak langsung jangan diberikan kelonggoran,”Tegasnya.

Namun demikian, lebih baik sebelum ditetapkan agar apara tim terpadu sosialisasi dulu kepada pengusaha truk, jika perlu buat surat edaran, jadi mereka sudah tahu ada Pergub yang mengatur jangan nanti dilapangan banyak terjadi komplin para supir saat ditindak, karena kurang komunikasi dan sosialisasi,” Jelasnya.

Turut hadir bersama kadishub kab karo saat ditemui  dalam  sela sela pawai anak Sekda Drs kamperas Terkelin Purba, asisten 3 mulianta Tarigan, kasat pol pp Hendrik Tarigan, Kadis dispenda Andre Tarigan, kadis perizinan Almina bangun, Kakesbang Tetap Ginting.(Ius)

- Advertisement -

Comments
Loading...