- Advertisement -

Jarang Terjadi, Serka (K) Nur Habibah Lubis Babinsa Kowad TNI AD

0 425

Detiknews.id – Sosok Babinsa Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) masih langka di lingkungan TNI AD, diantaranya Serka (K) Nur Habibah Lubis telah menjabat sebagai pembina wilayah di desa Lubuk Sikaping yang berada di Pasaman, Sumatera Barat.

Hal tersebut disampaikan Kapendam I/BB, Kolonel Inf Roy Hansen J.Sinaga,S.Sos., kepada awak media, di Media Centre Kodam I/BB, Jln Gatot Subroto Km 7,5 Medan, Sumatera Utara, Jumat (19/4/2019) pagi.

Diungkapkan Kapendam, penunjukkan Serka (K) Nur Habibah Lubis sebagai Babinsa di Kodim 0305/Pasaman didasarkan kepada riwayat jabatannya yang selama ini berdinas di Staf Teritorial Kodam (Sterdam).

DPD FERARI Jatim

“Belum lama, sekitar 7 bulanan, Nur Habibah ditugaskan sebagai Babinsa,”ujarnya.

“Namun demikian dengan pengalaman dan pengetahuannya selama berdinas di TNI AD, sekitar 11 tahun, dia mampu dengan cepat beradaptasi dengan masyarakat. Itu karena dia mudah senyum, ramah dan perhatian terhadap masyarakat,”imbuhnya.

Hal itu, menurut Roy Hansen menjadi penilaian positif dari Pangdam I/BB Mayjen TNI M Sabrar Fadhilah.

“Panglima (Pangdam I/BB) menilai keberadaan Kowad sebagai Babinsa diantara masyarakat sangat positif, bahkan berharap agar bisa jadi triger (pemicu) bagi Kowad-Kowad lainnya, untuk meniti karir sebagai Babinsa,” tegasnya.

Roy Hansen mengungkapkan bahwa Habibah merupakan Kowad yang pertama kali ditunjuk sebagai Babinsa di lingkungan Kodam I/BB.

“Karena sangat langka, selain (Babinsa) yang pertama di Kodam I/BB, istri dari Brigadir Kepala Alam Putra Sembiring yang berdinas di Sabhara Polres Pasaman ini, Kowad kedua yang menjadi Babinsa di seluruh jajaran TNI AD,” kata Roy Hansen.

Untuk diketahui, selain Habibah saat ini TNI AD juga telah menempatkan 2 orang Kowad sebagai Babinsa, yaitu Serda (K) Yulita (Babinsa Buraen di Kupang) dan Sertu (K) Anggraini Keintjem (Babinsa Kalibenteng di Semarang).

Sementara itu, Nur Habibah yang akrab dipanggil Bibah, saat dihubungi melalui telepon bercerita bahwa dirinya pun tidak terpikir jika akan menjadi pembina wilayah teritorial sperti saat ini.

“Saat mendaftar, saya hanya berfikir bahwa setiap warga negara Indonesia baik pria maupun wanita memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam membela negara Indonesia, sehingga ketika itu, selepas lulus SMA tahun 2005 mendaftar, tapi baru lulus jadi Siswa Secaba Kowad pada tahun 2007,”ucapnya.

“Selain jumlahnya juga relatif sedikit, seleksinya pun sangat ketat, tapi alhamdulillah, setelah ikut pendidikan di Pusdik Kowad selama lima bulan dilantik menjadi Sersan Dua pada tahun 2008,” imbuhnya.

Terkait dengan jabatannya saat ini, wanita kelahiran Kota Pematangsiantar, 30 tahun lalu itu, mengungkapan bahwa dirinya merasa bangga dan senang bisa langsung berinteraksi dan terlibat langsung dalam membantu kesulitan masyarakat.

“Tugas pokok kita diantaranya menyiapkan Ruang, Alat dan Kondisi Juang wilayah yang tangguh. Ini tantangan bagi saya, untuk bersama-sama masyarakat dan pemerintah desa menciptakan ketahanan wilayah,” tegasnya.

“Diantaranya dengan membangun sarana prasarana, sosialisasi wawasan kebangsaan kepada masyarakat, khususnya generasi muda dan anak sekolah, dan lain sebagainya. Termasuk meningkatkan kemanunggalan TNI – Rakyat dengan membantu masyarakat yang mengalami kesulitan,”tambahnya.

Untuk menambah pengetahuan dan juga mendukung karirnya, selain sebagai Ibu Rumah Tangga, Bibah juga masih meluangkan waktu mengikuti kuliah Program D3 Komputer di salah satu Universitas yang ada di Medan dan lulus pada tahun 2013.

“Setelah nikah pada tahun 2012, tantangan menjadi berat dan harus bagi waktu untuk dinas, keluarga dan pribadi, yaitu menyelesaikan kuliah, sehingga baru dapat dikaruniai anak perempuan, pada tahun 2014,”kenangnya.

Di tempat berbeda, senada dengan yang disampaikan Kapendam, saat dikonfirmasi melalui telepon, Dandim 0305/Pasaman Letkol Arh Pri Isdianto mengungkapan bahwa Babinsa yang memiliki tanggung jawab di 3 Jorong (Dusun) itu memiliki warna sendiri dalam membina masyarakat.

“Selama ini, Babinsa identik dengan pria, namun keberadaan Habibah di masyarakat menjadi warna berbeda, apalagi dia cukup cepat dalam membangun komunikasi dengan siapa saja,” tutur Dandim.

Pewarta: Daniel

- Advertisement -

Comments
Loading...