Detiknews.id Surabaya – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan. Karena gangguan operasional perjalanan kereta api yang terjadi, sebagai dampak dari insiden yang dialami KA Bangunkarta. Akibatnya, relasi Jombang – Pasarsenen di emplasemen Stasiun Bumiayu.
Emplasemen Stasiun Bumiayu, sebagai dampak dari gangguan operasional. KAI melakukan penyesuaian pola operasi perjalanan kereta api dengan pengalihan rute, dan pengaturan perjalanan memutar. Dengan diberlakukannya pola operasi memutar tersebut, perjalanan kereta api harus menempuh lintas alternatif, yang memiliki rute lebih panjang dibandingkan rute normal.
Hal ini berdampak pada bertambahnya waktu tempuh perjalanan kereta api berkisar antara 120 hingga 150 menit.

KAI Daop 8 Surabaya Gandeng Komunitas Begandring, Gelar Teatrikal Peristiwa Heroik 79 Tahun Lalu
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan, yang dialami pelanggan. KAI berkomitmen untuk terus meningkatkan keselamatan dan pelayanan, serta memastikan seluruh perjalanan kereta api dapat kembali berjalan aman dan lancar,” ujar Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono.
Adapun sejumlah KA yang mengalami penambahan waktu tempuh perjalanan, menuju wilayah KAI Daop 8 Surabaya. Ini imbas dari gangguan operasional, antara lain:
1. KA Gaya Baru Malam Selatan relasi Stasiun Pasarsenen – Stasiun Surabaya Gubeng
2. KA Tambahan relasi Stasiun Gambir – Stasiun Surabaya Gubeng
3. KA Bima relasi Stasiun Gambir – Stasiun Surabaya Gubeng
4. KA Jayakarta relasi Stasiun Pasarsenen – Stasiun Surabaya Gubeng
5. KA Gajayana relasi Stasiun Gambir – Stasiun Malang
KAI Daop 8 Surabaya juga menyampaikan bahwa untuk keberangkatan kereta api pada esok hari. Secara umum masih berjalan normal dan sesuai jadwal. Koordinadi secara intensif, intens dengan seluruh pihak terkait. Untuk memastikan penanganan berjalan optimal, serta perjalanan kereta api dapat kembali normal secepatnya.
“KAI Daop 8 Surabaya akan terus memberikan update perkembangan situasi secara berkala. Keselamatan perjalanan tetap menjadi prioritas utama, dalam setiap operasional kereta api,” pungkas Mahendro. (M9)



Komentar