‎Doa Sri Cendani di Balik Dinding yang Pernah Rapuh

Korem 084/Bhaskara Jaya

Detiknews.id Gresik – Di Dusun Lingsir, Desa Slimpit, Kecamatan Kedamean, Gresik, Ibu Sri Cendani (55) pernah hidup dalam bayang-bayang takut. Atap rumahnya bocor, tiang-tiangnya lapuk, dan setiap hujan datang bersama kecemasan seolah angin bisa merobohkan satu-satunya tempat berteduh bagi dirinya dan tiga anaknya.

‎Sejak menjadi janda lima tahun lalu, ia bertahan dengan sederhana, membantu usaha servis elektronik milik anak sulungnya. Hidup berjalan pelan, ditemani doa-doa yang tak pernah putus.

‎“Saya takut kalau hujan angin, rumah ini roboh,” kenang Sri saat menerima kunjungan tim media dengan penuh suka cita, Selasa (05/05).

‎Hari ini, ketakutan itu perlahan hilang berganti harapan pasti. Melalui program TMMD ke-128 Gresik, rumahnya perlahan dibangun kembali.

‎“Saya bersyukur… terima kasih kepada Bapak TNI,” ujar Sri sambil tertunduk malu sembari memperbaiki posisi duduknya.

‎Bagi Ibu Sri, rumah itu bukan hanya tempat pulang. Ia adalah jawaban dari doa-doa panjang yang akhirnya sampai ke langit.

‎“Alhamdulillah, Gusti Allah mengabulkan,” ucapnya dengan nada pelan.

‎TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 128 Gresik menjadi bukti nyata bahwa TNI hadir di tengah-tengah masyarakat, dimana program-program TMMD kali ini menjelma menjadi jawaban atas harapan panjang yang diam-diam dipanjatkan warga dalam sunyi.(D1)

Komentar

Berita Terkait