oleh

Dirreskrimsus Polda Jatim Akan Tindak Tegas Pelaku Kejahatan

Detiknews.id Surabaya – Siapa tak kenal dengan Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Gideon Arif Setyawan, pasalnya belum genap satu bulan berpindah divisi sudah piawai dan berhasil mengungkap beberapa kasus besar yang meresahkan masyarakat. Salah satunya membongkar sindikat kejahatan dunia maya penipuan ATM dan kartu Kredit.

Menyikapi masalah ini, Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Gideon Arif Setyawan menjelaskan, kalau dunia internet kejahatan di bidang dunia maya yang secara operasional menggunakan internet itu kan biasanya juga sebetulnya sifatnya tertutup.

” Tetapi juga pasti ada bocornya diantara ruang-ruang informasi itu maka kita melakukan upaya penegakan hukum dalam konteks menjaga peradaban di dunia maya ini. Sesuatu yang kecil akan menjadi kasus besar, kita tangani bukan masalah kasusnya saja namun juga pelakunya,” tuturnya. Kamis (05/12/2019)

Lanjut Gideon, disini maksudnya konteks pelakunya mungkin rekan rekan sudah tahu pelakunya sifatnya parsial 1 orang, 3 orang paling banyak dari informasi itulah dari jaringan.

” Maka kita mencurigai hal ini sebenarnya sudah 6 bulan yang lalu, diselidiki akhirnya mendapatkan indikasi adanya tindak kejahatan. Kemudian kita lakukan pendalaman profilling, seperti yang kita lakukan dengan penegakan hukum,” jelasnya. Saat dijumpai Detiknews.id di ruangan kerjanya.

Masih dengan Gideon, dari sanalah sebuah organisasi skema bisnis yang betul-betul terorganisir dengan baik ada leadernya ada divisi-divisinya. Empat divisi dengan sistem penggajian yang yang teratur kemudian cara kerja yang sistematis.

” Untuk melakukan bisnisnya ini, untuk masyarakat kita lebih peduli dan kita lebih hati-hati dengan data-data pribadi password PIN ATM, password email kemudian data-data kartu kredit. Jangan kita kirimkan kepada siapapun,” ungkapnya.

Gideon menambahkan,  jaringan internet itu secara terbuka yang paling penting adalah ketika kita mendapatkan pesan seperti spam. Kita mendapatkan pesan terselubung, yang sebetulnya dari pesan itu dia akan menarik data pribadi kita. Biasanya, kita cepat panik dengan dengan pesan-pesan yang sifat sampah atau spaming ini.

”  Misalnya kartu Anda mengalami kesulitan atau mengalami gangguan  untuk meningkatkan jumlah kredit dalam kartu kredit. Misalnya, apa anda memerlukan data ini kami bisa membantu anda maka data yang kami perlukan adalah bla bla bla bla itu syarat nanti pada ketika kita mengalami kejenuhan titik jenuh ada satu pertanyaan yang itu kemudian kunci untuk menarik data pribadi,” pungkasnya.

Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Gideon Arif Setyawan juga menghimbau kepada masyarakat, hendaknya berhati hati dan bijaksana dalam menggunakan dunia maya, media sosial apapun jenisnya. (M9)

Komentar

Berita Terkait