- Advertisement -

Diduga Korban Pasal 170 Didepan Rumah Kades Lemo Lapor Polisi

0 661

Detiknews.id.Tangerang – Diduga korban penganiayaan (Pasal 170 KUHP), didepan rumah kepala Desa (Kades) Lemo, Kecamatan Teluknaga, membuat laporan di Mapolsek Teluknaga, dengan nomor Kepolisian B/249/Vll/2019//PMJ/Restro Tng Kota/Sek Tl Naga, Kabupaten Tangerang, Selasa (2/7/19).

Kejadian berawal saat korban R mendatangi terlapor N yang sedang berkumpul sama temannya dikediaman Kades Lemo, untuk menanyakan kejelasan surat tanah yang korban beli, diduga sempat cekcok adu mulut, lalu N memukul wajah korban R.

“Saya pulang narik angkot terus shalat, habis itu saya tiduran, lalu saya ingat surat tanah belum beres sama N,
begitu saya hampiri N lagi kumpul sama temannya di rumah kades, dan saya tanyain surat tanah sama N, bagitu saya mau balik pulang dipanggil lagi sama dia, lagi ngobrol tiba-tiba N pukul muka saya,” imbuh R.

DPD FERARI Jatim

Korban terjatuh setelah dipukul N, lalu ia bangun untuk melawan, akan tetapi korban langsung dikeroyok dan dipukuli teman-teman N tanpa merasa belas kasihan. Bukan hanya itu, korbanpun diikat kedua tangan serta kakinya yang disaksi Kades Lemo, dan sekali-sekali dipukul teman N, seperti yang terlihat disalah satu video rekaman warga.

“Begitu kena pukul wajah kanan, saya langsung jatuh, lalu saya bangun mau bales lagi, tiba-tiba saya dikeroyok dan dipukuli sama teman N, karena terasa sakit seluruh badan, sayapun teriak-teriak, lalu tangan dan kaki saya diikat, pak kades juga ada lihat aja,” terangnya.

Iran saat ditanya awak media mengaku melihat kejadian tidak terpuji tersebut, yang dilakukan N dan teman-temannya terhadap korban R yang dilihat kepala desa lemo, merasa tidak tahan melihat korban dianiaya, dirinyapun pergi meninggalkan lokasi tersebut.

“Sekitar jarak 5 meter saya lihat korban dikeroyok dan dipukuli, terus korban diikat tangan sama kakinya, waktu kejadian pak kades ada disitu, tapi dia lihatin aja, karena saya kasihan lihat korban diperlakuin seperti itu, lalu saya pulang ke rumah tidak mau lihat lagi,” ucapnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Teluknaga, IPDA Deden Hary sudah menerima laporan dari korban, pihaknyapun sudah menanyakan kejadian perkara kepada korban serta saksi, dan kasus tersebut saat ini sedang dilakukan penyelidikan, dengan memanggil saksi-saksi kedua belah pihak untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

“Kita sudah terima laporan korban, saat ini kasusnya ditangani tim 2, kami juga sudah minta keterangan dari korban serta saksi, untuk selanjutnya kita akan lakukan penyelidikan dengan panggil saksi-saksi yang lainnya,” ujar Deden.

Saat dikonfirmasi via whats app adik Kades Lemo, bernama Ajuk mengatakan, bahwa kejadian itu gara-gara mabuk dan ngamuk di rumah Kades Arban.

“Mabuk, ngamuk-ngamuk di rumah Lurah Arban,” singkat Ajuk.

Setelah membuat laporan kepihak Kepolisian dengan pasal 170 tentang pengeroyokan, korban R dan keluarga ingin terus melanjutkan  permasalahan ini kejalur hukum, untuk memberi efek jera agar tidak terulang lagi kejadian tersebut.

- Advertisement -

Comments
Loading...