oleh

Destinasi Kampung Flory, Bentuk Tumbuh Ekonomi Daerah

 

Detiknews.id Yogyakarta – Destinasi Kampung Flory, yang berada di Desa Wisata Tlogoadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta. Merupakan Kota Hijau (Green City) sebuah desa menjadi wisata alternatif di Yogyakarta yang banyak diminati oleh para wisatawan. Selain itu juga sebagai Kuliah Kerja Nyata (KKN) pejabat daerah maupun para mahasiswa untuk melakukan study banding.

jual properti

Bersama Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Timur, bersama Wartawan Ekonomi Jatim mengunjungi Kampung Flory. Bank Indonesia memberikan support kepada Kampung Flory sebagai bentuk pertumbuhan ekonomi daerah.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur Difi A. Johansyah mengatakan, ini merupakan sebuah desa yang telah bertranformasi menjadi tempat wisata edukasi berbasis Smart City berkonsep Green City. Dimana, keberadaanya bisa menjadi percontohan bagi desa desa lain di Indonesia terkait pengembangan potensi desa.Termasuk di Jawa Timur. Karena, mampu mendukung pergerakan perekonomian daerah.

” Inilah salah satu alasan KPw BI Prov. Jatim mengajak rekan rekan media Jawa Timur mengunjungi Kampung Flory. Agar dapat menimba ilmu baru yang dapat disampaikan ke masyarakat luas terutama di Jawa Timur, ” tuturnya. Jum’at (23/08/2019)

Lanjut Difi, banyak lokasi di Jawa Timur terutama di Kota Surabaya yang bisa dijadikan obyek wisata baru seperti Kampung Flory. Tinggal, bagaimana sinergitas dari seluruh elemen terkait untuk dapat mewujudkannya.

Ditempat yang sama, Owner sekaligus Ketua Kampung Flory, Sudihartono bercerita bahwa desa wisata Kampung Flory awalnya terbentuk dari inisiatif kelompok pemuda desa dalam wadah bernama Taruna Tani tahun 2015 silam yang berfokus pada kegiatan budidaya tanaman hias dan hortikultura.

” Kampung Flory menjadi destinasi wisata unggulan nasional. Dimana didalamnya mensinergikan pertanian, pariwisata, pendidikan, budaya, lingkungan dan kuliner dalam satu kawasan yang mana pengelolaannya memperdayakan masyarakat sekitar secara professional,” ungkapnya.

Masih dengan Sudihartono, rata-rata kunjungan di Kampung Flory dalam sepekan berkisar 700 orang. Kecuali musim libur, jumlahnya bisa lebih dua kali lipatnya. Hingga tahun 2019 ini, target omset Kampung Flory 1 miliar setiap bulan dapat tercapai.

” Harapannya, Kampung Flory ini bisa menjadi wahana outbond berkarakter terbaik dan terbesar di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sehingga, dapat turut mendukung pergerakan ekonomi dan kesejahteraan seluruh masyarakat desa,” pungkasnya.

Kampung Flory memiliki dua pengelolaan, Taruna Tani dan Desa Wisata Flory. Zona Taruna Tani merupakan area pertanian di Kampung Flory yang di dalamnya terdapat usaha tanaman hias, tanaman buah, dan sentra kuliner bernama Iwak Kalen.

Sedangkan zona Dewi Flory merupakan kawasan desa wisata yang menyajikan jasa penginapan (homestay), area outbond, dan sentra kuliner Bali Ndeso serta kedai kopi bernama Kopi Keceh. Selain itu sebagai sarana outbond, wahana bermain, kolam terapi ikan, gazebo, kedai kopi, track sepeda, sentra kuliner atau main air langsung di Kali Bedog nan jernih dan dangkal. (M9)

Komentar

Berita Terkait