Atasi Kemacetan, Pemkab Tangerang Akan Bangun Jalan Layang di Cisauk

Detiknews.id.Tangerang – Guna mengatasi kemacetan lalu lintas (Lalin) di area perlintasan kereta di Kecamatan Cisauk, yang kerap dikeluhkan masyarakat. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang berencana membangun jalan layang.


info

DetikNews.ID



Ada yang Menarik


lanjut baca berita


Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang, Slamet Budi Mulyanto mengatakan, rencana itu telah diusulkan Pemkab Tangerang dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018-2023. Saat ini, Pemkab Tangerang tengah bekerja sama dengan Puspiptek untuk merampungkan detail engineering design (DED).

“DED Mei selesai, perubahan anggaran Juli. Sehingga nanti sudah ada kepastian berapa biaya pembangunan itu,” ucapnya, Selasa, (19/2/2019).

Slamet menambahkan, proses pembebasan lahan dapat selesai dalam waktu satu tahun. Dengan begitu, proses kontruksi yang ditarget memakan waktu satu tahun dapat dilakukan pada medio 2019. Alhasil, pada 2021 jalan layang itu sudah bisa digunakan.

“Kalau lancar itu 2021 bisa beroperasi, dengan catatan pembebasan lahan itu selesai dengan waktu yang kita perkirakan,” jelasnya.

Menurut Slamet, urusan pembebasan sering kali menjadi penghambat dalam membangun infrastruktur. Masyarakat, tak jarang meminta harga jauh di atas standar. PadahalĀ  proyek pembangunan dilakukan untuk kepentingan publik.

“Kadang masyarakat bertahan dengan harga yang jauh di atas standar. Itu jadi lama proses pembangunannya,” imbuh Slamet.

Slamet menegaskan, proyek pembuatan jalan layang Cisauk itu merupakan prioritas Pemkab Tangerang. Pasalnya, sudah banyak keluhan masyarakat mengenai kemacetan di jalan, yang juga menjadi perlintasan kereta commuter tersebut.

“Program ini sudah dicanangkan Pemkab Tangerang, soalnya selama ini warga sudah keluhkan kepadatan lalu lintas direl kereta api,” paparnya.

Ia menjelaskan, jalan layang sengaja dibangun agar kendaraan bermotor yang melintas tak terganggu oleh lalu lintas kereta. Jalan itu direncanakan akan memiliki panjang sekitar 500-600 meter dan lebar sekitar 12 meter. Jika telah selesai dibangun, jalur bawah tetap akan dibuka untuk lalu lintas kendaraan.

“Disana sudah cukup parah. Lalu lintas kereta padat, pembangunan pesat, ada kawasan perumahan. Mangka dari itu, Bupati ingin untuk mengatasi kemacetan disitu,” tukasnya.

Rencana pembebasan lahan akan dimulai pada tahun ini, bilamana proses berjalan lancar tanpa hambatan, mangka akan diperkirakan terdapat sekitar 8.000 meter persegi lahan yang akan dibebaskan. (i.s)

Mungkin Anda Suka

Komentar

Berita Terkait