AKBP Yade Setiawan Ujung, SH, SIk, MSi Hadiri Upacara Peringatan Hari Pramuka ke 57 di Desa Lebakharjo Malang

Detiknews.id – Sebanyak 4.120 peserta dari 417 kwarcab dan 32 kwarda pramuka se-Indonesia berkumpul di Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang dalam rangka kegiatan Karang Pamitran Nasional (KPN) 2018 dan peringatan Hari Pramuka ke-57, Selasa (14/8/2018).

Acara KPN 2018 yang akan telah berlangsung dari tanggal 14 Agustus sampai 19 Agustus 2018 ini, secara resmi dibuka Gubernur Jatim yang sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Daerah Pramuka Jatim Soekarwo. Kegiatan ini juga dihadiri Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur, Kak Purmadi, dan Bupati Malang Dr H Rendra Kresna.

Hadir juga Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso, Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung, SH, SIk, MSi, Dandim 0818 Kabupaten Malang-Batu Letkol Inf Ferry Muzawwad, Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Malang dan perwakilan Kwarnas Gerakan Pramuka Indonesia.

Baca Juga
Tasyakuran HUT Bhayangkara ke 72, Ini Pesan Kapolres Malang Dengan Capaian Prestasi Polres Malang

Ketua Panitia KPN 2018, Suyatno menerangkan kualitas kepramukaan Indonesia sangat penting. Sebab semua negara sudah menerapkan prinsip dasar dan metode kepramukaan.

“Yang membedakan negara yang satu dengan lainnya adalah inovasi, kreasi dan teknik kepramukaannya. Untuk itu inovasi teknik kepramukaan harus terus dieksplorasi,” terangnya.

Melalui KPN inilah kajian inovasi, kreasi dan teknik kepramukaan akan diterapkan bersama pembina dan pelatih kepada peserta didik. Sesuai tema KPN 2018 ini yaitu Mendidik, Membanggakan dan Membahagiakan Indonesia.

“Artinya tema itu untuk menumbuhkan jiwa bersaudara, berbakti dan berkreasi,” tegasnya.

Peserta yang mengikuti KPN 2018 ditempatkan di rumah penduduk di Desa Lebakharjo. Dimana setiap rumah warga yang ditempati peserta dari asal kwarcab yang berbeda agar menguatkan persatuan dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika.

Baca Juga
Ikhwal Kepolisian, Kapolres Malang Ngopi Bareng Bersama Komunitas Masyarakat Wagir

“Setiap dusun ditempati kualifikasi pembina berdasarkan golongan peserta didik. Jadi ada dusun siaga, penggalang, penegak, pelatih pramuka dan rumah kwarda,” pungkasnya.

Tak hanya itu saja, berbagai fasilitas diberikan kepada peserta KPN 2018 seperti rumah sakit lapangan, pos radio KPN, pos keamanan, dan transportasi untuk mendukung kelancaran acara tersebut.

(D.Manurung)

Komentar

Berita Terkait