oleh

15 Milyar Dana Yang Dianggarkan Untuk Pipanisasi PDAM Tirtamalem

Detiknews.id Karo – Konsultasi regional pulau Sumatera Penyusunan rancangan Awal Rencana pembangunan jangka menengah Nasional (RPJM) 2020 – 2024 yang digelar selasa-Rabu tanggal 13-14 Agustus 2019, pukul 08.30 wib  di Hotel Adi Mulia Medan.

Acara ini dibuka oleh Menteri PPN/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Prof. Dr. Bambang P.S. Brodjonegoro, dan dihadiri Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Achmad Hafisz Tohir, Gubsu Edy Rahmayadi, Bupati Karo Terkelin Brahmana, serta para Gubernur/Walikota/Bupati Se-Sumatera.

jual properti

Dalam Sambutan Menteri Bappenas yang harus menjadi Pedoman  pembangunan Infrastruktur harus didukung sumber daya manusianya, dan harus memperhatikan aspek 5 tahun kedepan sesuai visi misi Indonesia oleh presiden Jokowi, Pembangunan infrastruktur, pembangunan SDM, Mendorong investasi, Reformasi birokrasi, penggunaan APBN,” Paparnya

“Isu sering para Gubernur dan para bupati berkumpul, selalu membahas jalan Tol, yang harus diperhatikan dan diketahui untuk apa jalan tol dibangun? dan apa kegunaanya? Pertanyaan sering kali orang membuat jawaban yang sangat gampang, padahal yang sangat dibutuhkan adalah air bersih dan sanitasi, sebab air rentan dengan kebutuhan manusia,” Ungkapnya.

Ada yang mengatakan jalan tol bertujuan mengurangi kemacetan, ada yang mengatakan sebagai kelancaran perjalanan  bahkan paling populer  mempersingkat waktu,semua ini bukan jawaban sebenarnya untuk pembangunan jalan tol, akan tetapi harus mempertimbangkan industriisasi berbasis sumber alam dan konektivitas menjangkau seluruh wilayah Sumatera Utara.

“Disamping itu dengan harapan ekonomi diwilayah Sumatera pertumbuhaannya melesat karena tol merupakan akses menghubungkan simpul perekonomian segala sektor dan teekoneksi dengan pelabuhannya,” Terangnya.

Kunci utama pembangunan jalan tol adalah investasi ditunjang eksport, keduanya sangat menjanjikan tapi tidak mudah, karena investasi bagi investor yang perlu di gerakkan sisi  ekonomi-nya, secara otomatis akan menciptakan lapangan kerja.

“Selain itu, perlunya KPBU ( Kerjasama Pemerintah  Badan Usaha) dalam Penyediaan Infrastruktur untuk kepentingan umum dengan mengacu pada Sektor Parawisata, sebab paling cepat mendapatkan devisa lintas Parawisata,” Bebernya.

Untuk itu, 5 tahun kedepan pemerintah pusat akan fokus dalam  pembangunan  Mebidangro (Medan, Binjai, Deli Serdang, karo) sesuai komitmen perpres 62 tahun 2011 akan kita sentuh dan skala prioritas untuk  percontohan, Bagi propinsi lain nantinya. Tandas Bambang Brodjonegoro.

Berbicara pembangunan infrastruktur, maka harus diciptakan lapangan kerja baru  dan menurunkan tingkat pengangguran, ini problemnya caranya harus ada investasi bisa dari pemerintah, namun sayang sangat terbatas dari APBD, untuk itu dapat menggandeng dari pihak swasta,bisa  BUMN, maupun pihak swasta asing. Ajak menteri Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.

“Kadang kita lupa selain  infrastruktur, Kepala Daerah harus memperhatiikan pembangunan  kebutuhan  air bersih dan sanitasi, jangan dianggap ini dinomorduakan, sebab kebutuhan air dalam setiap kehidupan kita bersentuhan, lain halnya jalan tol belum tentu kita lalui setiap saat,” Jelasnya.

Lanjutnya, Alokasikan dana 10 % dari APBD untuk kesehatan, dan gunakan tepat sasaran, tepat guna, faktanya jika manusianya sudah  sehat maka dapat difokuskan ke dunia pendidikan  menunjang kualitas dan kuantitas,” Tegasnya

“Sementara Gubsu Edy Rahmayadi dalam penyusunan RPJM 2020 – 2024 mendukung 5 tahun kedepan terkait Mebidangro (Medan, Binjai, Deli Serdang, karo) sesuai penyampaian menteri Bappenas” Ujarnya.

Amatan wartawan diforum saat Gubernur Sumatera Utara sedang  paparan, tidak ada yang menyebut pembangunan jalan tol yang sangat dibutuhkan diwilayahnya baik tingkat kabupaten  dan sekitarnya, hanya memprioritaskan pembangunan gedung olah raga  untuk  sarana Prasarana dalam latihan setiap kecabangan olahraga menuju pekan olah raga Nasional,” Urainya.

Pada kesempatan yang sama Bupati Karo Terkelin Brahmana usai acara membenarkan terkait Mebidangro menteri sudah mengatakan akan di tindaklnjuti ditahun 2024.

Jadi pesan beliau (menteri bappenas) agar mengutamakan pembangunan air bersih dan sanitasi, belum ada tanda tanda jalan tol Medan – Berastagi akan dibangun, maupun yang lainnya, tadi belum ada dibahas menjurus kesana,” Terang Terkelin Brahmana.

Menyikapi air bersih dan sanitasi kita sudah bekerjasama Dirjen cipta Marga kementerian PUPR melalui Balai Prasarana pemukiman wilayah Sumatera Utara untuk perbaikan air bersih PDAM Tirta Malem kita, dimana sudah dianggarkan dana sebesar 15 milyard untuk pipanisasi.

“Iya, informasinya sekarang sudah ditenderkan oleh Balai prasarana pemukiman wilayah Sumatera Utara, tahun 2019 ini akan segera  dikerjakan, jika pemenang sudah ditayangkan,” Kata Bupati .(ius)

Komentar

Berita Terkait