Detiknews.id Surabaya – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), melaksanakan Business Continuity Management System (BCMS) Drill, di Terminal Petikemas Surabaya. Sebagai upaya memastikan kesiapan dan keberlangsungan operasional terminal, dalam menghadapi potensi gangguan. Khususnya pada Sistem Operasi Terminal (SOT).
TPS menggelar Drill BCMS, memperkuat keandalan operasional terminal. Dengan melakukan Drill melalui simulasi gangguan pada layanan receiving dan discharge. Dalam skenario tersebut, TPS menguji proses penanganan kondisi disruptif, mulai dari penilaian dampak, pengambilan keputusan manajerial, hingga aktivasi Business Continuity Plan (BCP) dan penerapan prosedur operasional manual.
Simulasi melibatkan berbagai fungsi secara terintegrasi, termasuk operasional lapangan, teknologi informasi, dan unit koordinasi internal. Selama gangguan disimulasikan, layanan tetap berjalan dengan dukungan data cadangan, pengaturan area penumpukan alternatif, serta pencatatan transaksi manual yang kemudian dipulihkan ke sistem setelah kondisi normal.
Senior Vice President Operasi Terminal TPS, Didik Kurniawan, mengatakan kegiatan ini bertujuan menyelaraskan pemahaman seluruh personel terkait peran dan tanggung jawab dalam menghadapi gangguan operasional.
“Dengan kesiapan tersebut, operasional terminal diharapkan tetap berjalan secara aman, tertib, dan terkendali meskipun dalam kondisi tidak normal,” ujarnya.
Selain internal, Drill juga mencakup simulasi koordinasi dengan pihak eksternal. Seperti Otoritas Pelabuhan, Bea dan Cukai, serta pengguna jasa dan perusahaan pelayaran.
Usai pelaksanaan, TPS melakukan evaluasi untuk memastikan pencapaian Recovery Time Objective (RTO), serta kesesuaian implementasi BCMS dengan standar keberlanjutan bisnis.
Melalui kegiatan ini, TPS menegaskan komitmennya, dalam menjaga keandalan operasional terminal, dan mendukung kelancaran arus logistik nasional. (M9)




Komentar