Detiknews.id Surabaya – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) meluncurkan Mechanic Smart Assistant (MSA), platform berbasis AI untuk mempercepat diagnosis gangguan peralatan RTG, Container Crane, dan Mechanical Equipment. Inovasi ini diperkenalkan pada Expo Inovasi SPTP dan masuk 6 Besar Inovasi Terbaik SPTP Group dari 30 nominasi.
MSA memangkas waktu diagnosis dari 30 –60 menit menjadi kurang dari 2 menit. Mengurangi potensi inefisiensi, hingga 6,45 jam per bulan dan estimasi kerugian Rp 354,6 juta per tahun.
MSA dikembangkan oleh tim internal TPS yang terdiri dari Aris Setya Yuwana, Dodo Kresno, Zeffry Bagus, Agus Triyono, dan Ikhsan Efendi. Aplikasi ini diformulasikan, untuk membantu mekanik mengidentifikasi kode gangguan, secara cepat dan akurat. Sehingga waktu perbaikan alat, dapat dipangkas secara signifikan.

Sinergitas TPS dan DPW ALFI, Perkuat Konektivitas Arus Peti Kemas Ekosistem Logistik Nasional
Pelaksana Harian Sekretaris Perusahaan TPS, Adhi Kresna Novianto, menyampaikan bahwa peluncuran MSA, merupakan langkah strategis perusahaan. Dalam meningkatkan keandalan, operasional terminal. Selama ini, salah satu tantangan utama, dalam perawatan peralatan. Yaitu, lamanya waktu yang dibutuhkan mekanik, untuk mendiagnosis gangguan, yang bisa mencapai satu jam.
“Dengan hadirnya MSA, proses diagnosis yang sebelumnya memakan waktu. Hingga satu jam, kini dapat dilakukan hanya dalam hitungan menit. Ini memberikan efisiensi yang sangat signifikan, bagi kelancaran operasional TPS,” ujar Adhi.
Ia menambahkan, MSA tidak hanya menjawab kebutuhan teknis di lapangan. Tetapi juga menjadi bagian dari komitmen TPS, dalam membangun budaya kerja yang modern, adaptif, dan berbasis teknologi. Melalui integrasi kecerdasan buatan, mekanik dapat mengakses informasi teknis yang cepat, akurat, dan terstandar.
“Hal ini juga sejalan dengan karakter generasi mekanik, saat ini yang semakin akrab dengan perangkat digital,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Adhi menyebutkan, bahwa keberhasilan MSA masuk dalam jajaran The Best Six Inovasi di lingkungan Subholding Pelindo Terminal Petikemas. Ini menjadi bukti bahwa inovasi ini relevan, solutif, dan memiliki potensi pengembangan yang luas.
“Kami optimistis MSA dapat direplikasi di unit Pelindo Group lainnya. Serta menjadi model pengembangan teknologi yang mendukung produktivitas dan keselamatan kerja. TPS akan terus mendorong inovasi, yang memberikan dampak langsung bagi pelanggan dan pemangku kepentingan. MSA adalah bagian dari langkah berkelanjutan. Kami untuk memastikan operasional terminal yang lebih efisien, aman, dan berdaya, saing di era digital,” pungkasnya. (M9)




Komentar