- Advertisement -

Sejoli Edarkan Sabu Ditangkap Satresnarkoba Polrestabes Surabaya

0 201

Detiknews.id Surabaya – Nurul Huda (32) dan Diana Sari (20) pasangan sejoli yang bersama-sama ditangkap anggota Satresnarkoba karena terlibat dalam bisnis narkoba. Hasil ungkap kasus, kesigapan Satresnarkoba Polrestabes Surabaya.

Huda dan Diana ditangkap di sebuah rumah di Jalan Tambak Asri gang Kembang Sepatu No 40 pada Senin (13/5). Keduanya tertangkap basah saat sedang mengemas sabu-sabu (SS) di dalam rumah yang merupakan kontrakan Huda tersebut. Mereka tidak bisa berkelit saat tujuh anggota Unit I tiba di lokasi.

Setiba di lokasi, anggota langsung menyebar dan melakukan penangkapan dengan memborgol Huda dan Diana. Kemudian menggeledah seisi ruangan.

- Advertisement -

Kompol Memo Ardian mengatakan penangkapan itu dilakukan setelah ada informasi dari masyarakat. Anggota mendapat laporan bahwa ada peredaran sabu di daerah Tambak Asri. setelah diselidiki, ternyata benar mereka pasangan adek kakak yang seperti itu (pacaran, Red).

” Tersangka sudah tiga bulan terlibat dalam bisnis narkoba. Huda mengaku kenal dengan seseorang berinisial M. Dialah yang selama ini memasok barang haram berbentuk serbuk kristal itu untuk diedarkan kembali. Selain pengedar,  keduanya positif pemakai Narkoba jenis sabu, ” tuturnya. Rabu (15/09/2019)

Huda mengaku mendapat narkotika golongan satu tersebut dengan harga Rp 1 juta per gram. Barang yang sudah dipesan dipecah lagi menjadi paket hemat (pahe) yang hanya seberat nol koma. Teman cewek saya  hanya membantu, ” ungkapnya.

Nama M sudah dimasukkan ke dalam daftar pencarian orang (DPO). Dari hasil penyelidikan, M masih terlibat dalam jaringan pengedar narkoba yang berada didalam Lapas dan masih dalam penyelidikan.

Barang bukti yang disita petugas berupa, 40 poket sabu yang ditemukan. Berat timbangnya mencapai 20,85 gram. Selain itu, ada 8 plastik klip kosong yang ditemukan. Ada pula 7 unit handphone (HP), 1 timbangan elektrik serta alat isap sabu lengkap dan 1 buah ATM yang bukan atas nama tersangka.

Akibat perbuatannya tersangka di jerat pasal 114 ayat 1 subsaider pasal 112 ayat 1 UU No 35/2009 tentang narkotika. Ancaman hukumannya seumur hidup atau hukuman mati. Hukuman minimalnya 5 tahun penjara atau maksimal 20 tahun. (M9)

Comments
Loading...