- Advertisement -

Tokoh Lintas Agama Doa Bersama Dan Tolak Aksi People Power

0 251

Detiknews.id Surabaya – Tragedi berdarah ledakan bom yang terjadi di tiga Gereja di Surabaya tahun lalu, tepatnya tanggal 13 Mei 2018 membuat ratusan umat Kristiani dan tokoh lintas agama memenuhi Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Raya Ngagel Madya Surabaya.

Dalam kegiatan peringatan satu tahun tragedi ini, digelar acara do’a bersama dengan menyalakan lilin agar kota Surabaya khususnya Jawa Timur tetap aman dan damai. Selain itu, para tokoh lintas agama menggelar acara deklarasi anti kekerasan dan menolak aksi people power.

Kegiatan dihadiri para tokoh agama dan perwakilan Konjen Amerika Serikat tersebut mendapatkan pengawalan dari petugas kepolisian dan petugas Banser Surabaya.

- Advertisement -

Foto : Romo Eka dan Kabid Humas Polda Jatim – detiknewsid/m9

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera menjelaskan, hari ini kita mengingat kembali peristiwa setahun lalu dan saya masih ingat berdiri di ujung jalan dan kemudian didepan rekan rekan media menyatakan beberapa update korban yang ada.

“Di hari ini pula, para tokoh lintas agama di Surabaya menyatakan diri menolak aksi people power atau pengerahan massa, yang belakangan isu dimunculkan ditengah proses Pemilu 2019,” tuturnya. Senin malam (13/05/2019)

KH Ahmad Suyanto selaku pemuka agama Islam memimpin pembacaan pernyataan, bersama tokoh lintas agama yang lain seperti Wignyo pemuka agama Kristen, Romo Eka selaku pemuka agama Katolik, Ketut Gotra selaku pemuka agama Hindu, Patric dan Dipo dari agama Budha, Otto Bambang Wahyudi dari aliran kepercayaan serta Bingki Irawan dari agama Konghucu.

Berikut isi pernyataan Deklarasi yang mereka bacakan, “Terima kasih pelaksanaan Pemilu 2019 di Jawa Timur berlangsung lancar dan aman. Kami menolak adanya aksi people power karena merusak nilai-nilai demokrasi dan berakibat memecah belah bangsa,Saya Pancasila, NKRI harga mati”

Pembacaan pernyataan ini secara serentak diikuti oleh seluruh peserta yang hadir dilokasi acara. Dan ditutup kalimat yang menyatakan setia terhadap Pancasila dan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). (M9)

Comments
Loading...